Minggu, 29 April 2012

Candoia Carinata Carinata (Mono Pohon)

Ditulisan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang Candoia Carinata Carinata atau biasa dikenal dengan Mono Pohon. Mono Pohon termasuk family Boa, panjang dari ular ini bisa mencapai 60cm namun dengan diameter yang kecil (untuk jenis dari Halmahera/Candoia paulsoni tasmai bisa mencapai semeter). Ular ini tidak termasuk kedalam jenis ular yang mengandung bisa.
Tipikal mono pohon merupakan ular yang jinak tidak menggigit, senang bergelung ditangan karena memang hidup di dahan pepohonan. Mono Pohon memilki banyak variasi warna dan motif, yang pada umumnya dari coklat sampai hitam. Mono Pohon merupakan ular yang aktif di malam hari (nocturnal). Mereka biasa memakan kodok, kadal, cicak maupun pingkies (anak tikus). Mono Pohon berkembang biak dengan cara melahirnkan anak-anaknya yang dapat mencapai sepuluh ekor. Ciri jantan di anusnya terdapat taji/jalu yang biasanya berwarna hitam, namun betinanya tidak ada. Mono pohon merupakan salah satu ular yang cocok dipilih bagi orang yang baru memelihara ular karena eksotik dan sifat jinaknya. Cukup sediakan ranting dan minum didalam kandangnya. Kalau bisa setiap 2hari sekali dijemur sibawah sinar matahari pagi agar metabolismenya lebih baik.

Beberapa foto Mono Pohon :



Sekian. Terima Kasih :) 

Blue Tongued Skink (Panana)

Ditulisan kali ini saya kan sedikit membahas tentang Blue Tongued Skink atau biasa disebut kadal lidah biru. Kadal ini diberi julukan seperti itu karena dia memang memiliki lidah yang berwarna biru. Kadal ini bisa ditemukan didaerah Papua. Orang daerah Papua mempunyai sebutan lain untuk Kadal ini yaitu Panana, ular kaki empat dan orang-orang papua takut apabila mereka bertemu dengan kadal ini karena dianggap berbisa karena lidahnya yang berwarna biru dan disebut ular karena bisa mengeluarkan suara sepeti desisan. Kadal ini memang bisa mengeluarkan suara mendesis seperti ular, yang sebenarnya digunakan untuk tujuan menakuti musuh mereka, namun kadal ini tidak berbisa.
Kadal lidah biru merupakan hewan peliharaan yang jinak dan mudah dalam perawatannya. Untuk makannya pun bisa beraneka ragam, mulai dari serangga, hewan hewan kecil sampai buah pun dilahapnya. Kadal lidah biru berkembang biak dengan melahirkan 5-14 ekor anak-anak berukuran 13cm dengan masa mengandung sekitar 3-5bulan. Ukuran Max dari kadal ini mencapai 40-60cm. karena sifatnya yang jinak dan mudah dalam hal pemeliharaan, kadal ini banyak dijadikan binatang peliharaan para pecinta reptile.

Beberapa foto Kadal Lidah Biru :


Green Tree Phyton (Chondro)

Ditulisan kali ini saya akan sedikit membahas tentang Green Tree Phyton. kita di Indonesia mengenalnya dengan nama ular Chondro atau bisa disingkat jadi GTP hehe. Ular ini memiliki ukuran rata - rata 120cm, Meski ular ini bisa mencapai 2m. Chondro merupakan ular yang unik karena melalui fase perubahan warna dalam kehidupannya. Ketika kecil chondro ada yang berwarna merah, orange, ataupun kuning. Kala remaja chondro mulai berubah warna akan memiliki perpaduan warna dasar ke warna hijau. Dan ketika dewasa normalnya berubah menjadi warna hijau. Chondro memiliki strip maupun spot bermacam - macam dengan variasi warna mulai dari hijau, putih sampai agak kekuningan. diketahui pula chondro bisa mempunyai perubahan warna menjadi biru ketika dewasa. Habitat daerah asal ditemukannyalah yang membuat dia saling berbeda motif. Daerah tersebut diantaranya Jayapura, Lereh, Karubaga, Enarotali, Mapenduma, Sarmi, Demta, Biak, Yapen, Wamena, Merauke, Aru, Misool, dan Kafiau. Chondro berkembang biak dengan cara bertelur dan Chondro adalah jenis hewan Nocturnal (aktif dimalam hari).

Beberapa foto Green Tree Phyton :
GTP BABY

GTP BABY II 

GTP Dewasa 

Sekian. Terima Kasih :) 

Blue Tail Monitor (Varanus Doreanus)

Ditulisan kali ini saya akan sedikit membahas tentang Varanus Doreanus atau Biawak buntut biru. Biawak berbuntut biru ini berasal dari daerah Papua dan kepulauan kecil sekitarnya, Biawak ini bisa tumbuh sampai ukuran paling panjang 150cm. Biawak ini memiliki bentuk kepala atau moncong yang membulat, ekor berwarna biru dengan totol kuning di tubuhnya (besar kecil dot kuning bisa berbeda tergantung wilayah dia berasal). Laju pertumbuhan biawak ini pun cukup cepat karena sifat berburunya. Biawak ini memakan berbagai jenis serangga, tikus, ikan maupun telur. Ketika kecil V.Doreanus dapat ditemukan diatas pohon, dan seiring dengan pertumbuhannya akan berada di daratan ketika telah tumbuh dewasa. Apabila para pecinta reptile merawat biawak berbuntut biru satu ini dengan sangat baik maka ia bisa hidup sampai 20thn lamanya.

Beberapa foto Varanus Doreanus :



Sekian. Terima Kasih :) 

Kamis, 26 April 2012

Tips - Tips Memilih dan Merawat Ular

Oke ditulisan kali ini saya akan membahas tentang tips - tips bagaimana agar bisa memilih ular yang sehat disaat mau membeli nya.
Kalian ingin memilihara ular ? Berkeinginan ingin menjadi pecinta reptile ? gampang kok. Tapi jangan lupa ya untuk meminta izin dulu kepada orang rumah :). Disini saya akan membagi beberapa tips untuk memilih ular yang sehat dan merawatnya :).
Apabila anda baru saja ingin memelihara ular disarankan agar memelihara ular jenis MonoPohon atau bisa juga Phyton Reticulatus (sanca). Ada yang perlu diperhatikan saat membeli ular, oke saya akan langsung berbagi deh hehe.

TIPS - TIPS MEMILIH ULAR YANG SEHAT :
- Perhatikan bagian mulutnya , kalo takut megang mulutnya minta bukain sama yang jaga petshop. Nah setelah itu liat apakah ada sariawan atau tidak. Bagaimana sariawan pada ular? sama aja kok kaya manusia, di bibirnya kaya ada luka gitu, kalau ada sariawannya jangan dibayar. Karena pada saat dipelihara nanti dia tidak mau makan apabila tidak disembuhkan.
- Tanya kepada yang jual, apakah ular tersebut sedang mogok makan atau tidak. Karena kalau ular sudah mogok makan susah loh untuk mengembalikan nafsu makannya jadi seperti biasa apalagi bagi pemula :D.
- Liat dan pegang seluruh tubuh ular, kalau ada benjolan-benjolan, luka, cacingan, nanah, dan fisik ular cacat seperti ekor keriting. Lebih baik jangan :)
- Nah yang lebih penting tanya sama yang jual itu ular WC (Wild Caught) atau CB (Captive Breed), Karena kalau WC bahaya bagi pemula karena suka masih ada yang suka gigit loh jadi jangan. Tapi kalau CB beli aja karena pasti jinak :)

Nah kalau itu semua diatas udah diperhatikan dan mendapatkan ular sehat bayar deh dan pulang kerumah bawa peliharaan baru :). Nah untuk Perawatannya juga ada Tips nya loh apalagi ular baru, berikut ini tips - tips nya :

- Siap kan kandang untuk rumah si ular tersebut dan pindahkan ular tersebut ke dalamnya, setelah itu jangan diganggu dulu seperti di mainin di pegang-pegang, JANGAN.... Karena bisa menyebabkan ular tersebut stress. Diamkan dulu selama kurang lebih 5hari, setelah itu tes makan :)
- Bersihkan kandang setiap kali ular tersebut buang air, karena apabila tidak segera dibersihkan bisa membuat ular tersebut tidak nyaman dan nyundul-nyundul kandang nantinya dan akhirnya bibirnya luka deh.
- Luangkan waktu anda untuk menjemur Ular kesayangan anda di bawah sinar matahari pagi sekitar 20menit lah cukup, karena baik untuk pertumbuhan ular tersebut dan terbebas dari penyakit nantinyaaa :)

Lakukan tips - tips diatas secara rutin yaaaa agar ular kesayangan kalian bisa sehat dan tumbuh hingga besar :)
sekian. Thanks

Selasa, 24 April 2012

Tegu

Ditulisan saya kali ini saya akan menuliskan sekilas tentang Tegu. Apa itu Tegu ? Tegu itu adalah nama reptile sejenis Kadal yang berasal dari Argentina dan ada juga yang berasal dari Columbia.
Tegu yang baru menetas dari telurnya akan memakan pakan yang sama selama setelah Setahun. Setelah itu untuk Black and White Tegu dan Argentine Red Tegu akan berubah kebiasaan makannya. Mulai dari menetas semua Tegu adalah Karnivora. Namun apabila sudah Setahun setelah menetas Tegu akan mulai menjadi omnivora, Tegu selain makan daging, juga makan buah-buahan seperti pisang,pepaya,apel dan anggur. Tegu dewasa bisa mencapai ukuran 2-3Meter.
Anda ingin memelihara Tegu? Perawatan Tegu sendiri tergolong mudah dalam memberi makan. Dan kebanyakan Tegu memiliki sifat yang jinak tidak gigit. Namun perlu dipikirkan juga kandang / tempat memeliharanya, dikarenakan tubuh Tegu yang pertumbuhannya sangat cepat menyebabkan reptile yang satu ini tergolong menjadi Big Lizard. Dan anda pun harus memikirkan waktu yang anda miliki, Anda harus sering menjemur Tegu yang masih baby di bawah sinar matahari pada, apabila Tegu baby jarang terkena Sinar matahari pagi akan menyebabkan penyakit Metobolism Bone Disease, dimana pertumbuhan tulang Tegu tersebut akan tidak normal.
Air, Air juga perlu diperhatikan Tegu memerlukan Air segar setiap harinya dan sebaiknya tempat airnya yang besar sehingga Tegu pun bisa berendam.

Berikut akan saya tampil beberapa foto Tegu :

Black and White Argentine Tegu

Argentine Red Tegu

Columbian Tegu

Blood Phyton a.k.a Dipong

kali ini saya akan menuliskan sekilas tentang Dipong dan cara merawatnya. 
Blood Phyton atau biasa disebut Dipong ini tersebar di Asia seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia dipong dalat ditemukan di hutan hutan rawa seperti di sumatra, riau, pulau lingga, pulau bangka dan kalimantan. Tapi paling banyak dapat ditemukan di Sumatra.
Usia ular ini bisa mencapai 20tahun dengan panjang +- 2Meter. Dan ular ini berkembang biak dengan cara bertelur, sekali bertelur ular ini bisa menghasilkan telur hingga 30 butir telur banyaknnya. 
Apabila anda memilih Ular Dipong sebagai reptile peliharaan bisa dibilang tidak mudah untuk di pelihara. Karena Dipong membutuh kan tempat yang lembab, namun apabila terlalu lembab ular ini bisa terkena Flu, dikarenakan ular ini memang rentan terkena flu. Kelembapan yang dibutuhkan untuk ular ini sekitar 60% - &75%. Apabila tidak lembab sering kali terjadi pada orang yang memlihara Dipong ditempat yang kering menyebabkan ular ini mogok makan dan menyebabkan kematian ular tersebut. 
Pakan yang digunakan untuk memberi makan ular ini pun cukup mudah didapat seperti tikus putih dan anak ayam untuk ukuran ular yang kecil, namun apabila sudah besar bisa diganti pakan yang lebih besar seperti rat afkir, kelinci dan burung merpati.
Ular ini tidak dianjurkan untuk pemula yang baru mau memelihara ular, walaupun ular ini pun ada yang jinak full, tetapi banyak juga yang jinak jinak merpati, bahkan yang super galak pun ada. selain sifatnya yang tempramen, ular ini juga terkenal terlalu memilih milih dalam hal makan.

Beberapa gambar Blood Phyton a.k.a Dipong :

Dipong Baby

Dipong Adult

Sekian tulisan saya dari Pengetahuan saya tentang blood Phyton a.k.a Dipong :)